Jumat, 07 Agustus 2009

Tentang syech lemah abang

SIAPA SYEKH SITI JENAR

Menurut ceritanya sangatlah beragam :
1. Beliau adalah anak dari raja pandita. Ya raja ya pandita dari Cirebon – Jawa Barat
Yang bernama Resi Bungsu karena durhaka kepada ayahandanya dan beliau ketemu dengan sunan Kalijaga dan sunan Bonang.

2. Beliau adalah orang tanah arab yang bernama Hasan Ali Ansor yang berguru kepada sunan Giri.

3. Tidak ditemukan adanya tulisan langsung dari Syekh Siti Jenar, meskipun daerah Jenar sendiri ada di wilayah Sragen jawa tengah perbatasan antara Madiun dan Sragen dan daerah tersebut wilayah pantai bagian selatan.

4. Wilayah penyebaran dari aliran ini diwilayah sepanjang pantai selatan pulau jawa beruruit dari wilayah Purworejo hingga ke perbatasan Kediri Jawa Timur.

5. Sahabat beliau adalah Ki Pengging. Dan murid beliau adalah Ki Kebo kenongo yang merupakan keturunan langsung dari trah majapahit yang mempunyai hak atas waris kekuasaan tanah jawa.

6. Keilmuan beliau dijadikan salah satu mata rantai religius kasultanan Yogyakarta
Yang berurutan dari Sultan Hadiwijaya sang penguasa dan raja dari pajang. Sultan mempunyai anak angkat yang bernama Sutawijaya putra kandung dari Ki Ageng Pemanahan yang dengan suka rela membantu sultan pajang untuk membunuh adipati arya penangsang anak dari seda lepen dan murid dari sunan kudus yang merupakan juga sebagai bupati jipang sekitar bojonegoro dan blora yang merupakan pembunuh sunan prawoto anak kandung sultan treggono sultan demak.disusul membunuh pangeran kalin yamat selaku bupati jepara atau menantu trenggono. Sutawijaya merupakan cucu dari Ki Ageng Nis serta buyut dari Ki Ageng Sela. Dengan urutan keakraban beliau dengan fihak kerajaan mataram islam dari :

Sinuhun Brawijaya raja majapahiut yang terakhir berputra raden bondan kejawan atau lembu peteng bergelar Ki ageng tarub ke II DAN KIAGENG TARUB mempunyai putra yang bernama Ki ageng getas pandowo. Ki ageng getas pandowo mempunyai putra bernama ki ageng sela dan ki ageng sela mempunyai putra ki ageng nis.sedangkan ki ageng nis mempunyai putra bernama ki ageng pemanahan atau ki ageng mataram. Dan kiageng mataram mempunyai putra yaitu sutawijaya atau kanjeng penembahan senopati ing ngalogo dan putra beliau bernama hanyokrowati atau sinuhun seda krapyak.

Hubungan antara mereka karena panembahan sutawijaya atau raja agung mataram I merasa masih keturunan trah majapahit dari leluhurnya raden bondan kejawan maka akan menerima tawaran dan sanggup menjadi anak angkat sultan hadiwijaya atau jaka tingkir yang merupakan anak dari ki gede pengging. Dan kebetulan ki ageng pengging sekaligus guru juga keluarga dari kebo kenongo yang merupakan pewaris sah dari trah keraton majapahit terakhir. Maka berurutanlah hubungan antara raja anak dan sahabat pada masa tersebut. Mengalirlah keilmuan dari siti jenar yang disebut manunggaling kawula gusti yang mengalir dari hadiwijaya selaku orang tua angkat juga guru spiritual dari panembahan senopatiu atau sutawijaya atau raja mataram pertama yang berkedudukan di kota gede dan mengalir keketurunan selanjutnya dan kjeilmuan tersebut nenjadi salah satu mata rantai manunggaling kawula gusti yang dianut oleh masyarakat yogyakarta khususnya keluarga kerajaan mataram. Dari surakarta dan yogyakarta.

tapak gunung

Tapak Gunung

Adalah latihan sebuah gerakan dimana telapak tangan kita, kita jadikan sebagai alat untuk membuat lawan menjadi tertunda dalam melakukan gerakan.
Adapun gerakannnya sebagai berikut :
- penghormatan umum.
- Kaki kiri kita majukan dengan menggeser kaki kedepan disertai gerakan telapak tangan dorong depan telapak membuka dengan posisi telapak tangan kanan diatas dan telapak tangan kiri dibawah.
- Lakukan gerakan telapak tangan dan posisi kaki kiri depan. Seperti pukulan hoksan 10. tetapi telapak tangan sebagai alat bantunya.
- Posisi telapak tangan kiri diatas kaki kiri yang berposisi kuda kiri depan.
- Posisi siku tangan melengkung sedikit agar tidak terjadi patah lengan.
- Lihat gambar dibawah ini.

p.nagarunting

Naga Runting - NR
( Pukulan angkreman NR )

Pukulan NR adalah nama satu bentuk pukulan yang menggunakan kepalan tangan sebagai alat pukul dan pukulan ini dilakukan dengan gerakan pendahulu yaitu gerakan yang bersifat menahan serangan , menarik dan menolak disertai dengan pukulan yang dinamakan NR.
Kuda-kuda yang digunakan adalah kuda-kuda depan kiri.
Kuda-kiri atas
Bentuk dari pukulan ini adalah kepalan berputar pada porosnya disertai dengan aliran tenaga dalam disertai tenaga bawaan dari gerakan kuda depan yang memberi berat pukulan atas setengah berat badan kita.
Gerakan pukulan ini diawali dengan.
Tapak gunung atau TG dengan gerak kuda depan maju.
Panyuwunan.atau PW Kuda depan kiri saat tapak gunung tarik ke
belakang kudaatas.panyuwunan.lalu turun cepat kuda kiri depan dan
lakukan gerak panyuwunan. Teruskan dengan pukulan Naga Runting



Keterangan : Sebelum kita melakukan jenis pukulan ini, kita harus melakukan
Pelatihan gerakan tapak gunung atau TG dan panyuwunan yang
merupakan dasar dari pukulan NR atau pukulan
angkreman Naga Runting


Pukulan Ini wajib dilakukan oleh setiap anggota aktif .
Pukulan ini harus diberikan kepada siswa latih sabuk putih/PM.

pernafasan 1-10

PERNAPASAN DASAR

Pernapasan adalah salah satu unsure dalam mendalami pelajaran di padepokan
“ SITEKI TERATAI”, sebab pernapasan merupakan pokok tenaga dalam silat gabungan
menjadi para siswa latih siteki teratai harus dapat mempelajari dasar pernapasan dengan sunguh – sunguh.
Tingkat pernapasan di siteki teratai mempunyai banyak tingkatan dan didalam buku ini hanya menyebutkan jurus dasar 1 ----- 10 yang merupakan dasar dari seluruh tingkatan pernapasan menuju penyempurnaan materi pernapasan.
Didalam mempelajari ilmu pernapasan tenaga dalam rangka mendalami ilmu siteki teratai yang merupakan salah satu unsure penunjang dalam rangka mendalami ilmu bela diri pencak silat siteki teratai. Terlebih dahulu kita mempelajarigerak dasar pembentuk dan pemecah energi murni kita. Kita harus terlebih dahulu berupaya agar mengenal, mengerti , juga memahami terlebih dahulu sebelum kita melakukan gerak dasar pernapasan antara lain;
1. Kemauan kita atau motivasi
2. Konsetrasi fikiran kita
3. Tenaga kita yang tersedia
4. Kondisi kesehatan tubuh kita
5. Ketajaman fikiran kita atau factor pemahaman ilmu yang di pelajari [ Q ]

Kita bahas satu persatu sebelum kita melakukan atau melangkah lebih jauh antara lain ;

1. K EMAUAN KITA ATAU MOTIVASI
Kondisi secara psikhis bahwa keadaan kita menginginkan diri kita agar bisa melakukan dan berupaya bisa latihan secara rutin dan dinamis oleh kesadaran diri kita sendiri

2. KONSENTRASI FIKIRAN KITA
Pemuasan fikiran yang dapat menjadikan tenaga inti kita mengalir dalam tubuh dan siap untuk diolah dengan gerakan yang telah ditentukan .

3. TENAGA KITA YANG TERSEDIA
Energi tubuh dalam tubuh merupakan pembangkitan luapan energi murni tubuh yang mengalir lebih baik

4. KODISI KESEHATAN TUBUH KITA
Keadaan dimana tubuh yang akan dipakai sebagai ajang aliran tenaga murni kita harus dalam keadaan baik dan siap pakai sebab bila tubuh kita tidak siap , maka tubuh akan menjadi sakit dan kadang-kadang akan menderita kekurangan energi murni

5. PEMAHAMAN ILMU YANG DIPELAJARI;
Pemahaman dalam memahami tentang ilmu yang dipelajari merupakan faktor faktor penunjang yang diutamakan agar tidak salah dalam melangkah dan latihan pernapasan .


Jika kita sudah memahami syarat yang ada, maka kita mulai melatih gerak dasar,
1. Jika kita mulai dengan cara , berdiri dan berdoa terlebih dahulu
2. Kita berdiri dan kita atur sikap dengan baik
3. Lalu kita lakukan latihan hirup hembus nafas secara teratur
4. Kita latih gerakan olah tubuh sebagai pemanasan
5. Penenangan latihan gerakan olah tubuh sebagai awal dari penenangan pernapasan lalu hening sesaat
6. Pemanasan gerak langkah gesek
7. Siap dimulai jika keadan tubuh sudah siap dengan ciri ;
a. Keringat sudah keluar dengan baik dan sehat
b. Engsel - engsel tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki sudah terasa lemas [tidak kaku]
c. Nafas sudah lancar keluar masuknya
d. Telapak kaki serasa sudah menyatu dengan tanah
8. Kita berdoa lagi sebelum latihan . lalu gerakanlah dengan jurus dasar yang telah
Dipelajari dengan gerakan lembut lalu disusul dengan gerakan agak keras dengan
Gerakan lembut lalu disusul dengan gerakan agak keras dengan pelontaran nafas yang maksimal
JURUS DASAR PERNAPASAN 1 – 10 PPS “ SITEKI TERATAI “ 1990



JURUS DASAR 1 [ MEGENG ]







Jurus ini merupakan jurus dasar pertama dengan –
Gerakan mengembangkan tangan keatas dengan
Posisi kuda-kuda tengah dengan menarik napas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat
Sabuk.
Setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan
[ dirapatkan ] lalu menggesekan kaki kanan terlebih dahulu dengangerakan kaki kuda-kuda depan semi
tengah [agak serong ] dan posisi ini dilakukan
bergantian dengan kaki kiri.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar









JURUS DASAR 2 [PANTEK ]



Jurus ini merupakan jurus dasar kedua dengan
Gerqakan mengembangkan tangan ke atas dengan
Posisi Kuda-Kuda tengahdengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibaratmengikat sabuk .
Kemudian nafas dilspaskan hingga habis, lalu kedua
Telapak tangan dihadapkan ke wajah dinaikan
Keatas hingga penuh [posisi tangan ibaratkan
Bercermin ] sambil menarik nafas, setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan [dirapatkan] sisi
Lengan digesekan disisi badan dengan telapak
Tangan dihadapkan keatas lalu mengesekan kaki kuda kuda depan semi tengah [ agak serong ]
Kemudian tangan dibuang dengan posisi dihadap -
Kan kebawah sejajar dengan kaki kanan [mem –
Buang ] sedikit nafas melalui hidung ], dan
Seterusnya bergantian dengan kaki kiri .
Teknik nafas ditahan dibawah pusar,





JURUS DASAR 3 [ TOLAK ]




Jurus ini merupakan jurus dasar ketiga dengan posi-
Si kuda – kuda tengah dengan menarik nafas
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat –
Sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu -
Kedua telapak tangan dihadapkan kewajah dinaikan
Keatas hingga penuh [posisi] tangan ibaratkan ber-
Cermin ] sambil menarik nafas , setelah itu maju
Dengan menekuk kaki kanan [ dirapatkan ]sisi
Lengan digesekan disisi badan dengan telapak
Tangan dihadapkan keatas lalu mengesekan kaki
Kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-
Kuda depan semi tengah [agak serong ] kemudian
Tangan dibuang dengan posisi dihadapkan kedepan
[ menolak /mendorong ] sejajar dengan kaki kanan
[ membuang sedikit nafas melalui hidung ], dan seterusnya bergantian dengan kaki kiri.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas buang / lontar.


JURUS DASAR 4 [ SEDOTAN ]


Jurus ini merupakan jurus dasar keempat dengan
Gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu posisi tangan kanan kanan berada diatas pusar sedangkan tangan kiri dibawah pusar, lalu kaki kanan maju dengan gesekan [menekuk ] merapat dengan kaki kiri sambil kedua tangan digerakan dan digesekan
Bersama an kesamping kanan dan kiri hingga dibawah ketiak , dimana posisi tangan masih tetap tangan kanan diatas pusar, kemudian pada saat kaki kanan maju kedepan agak serong , posisi tangan membuka dengan menggesek pinggang serta dengan menarik nafas sedikit demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.


JURUS DASAR 5 [ GILAS ]




Jrus ini merupakan jurus dasar kelima dengan gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis lalu posisi tangan kanan berada diantara tengah dada dengan posisi menusuk kebawah sedangkan tangan kiri dibawah pusar, lalu kaki kanan maju dengan gesekan [ menekuk ]merapat dengan kakisambil tangan kanan diangkat ditengah-tengah dada tangankiri , kemudian pada saat kaki kanan maju kedepan dengan kuda-kuda depan agak serong, posisi tangan menusuk bawah dada [ melingkari dada ] sementara bersamaan tanggan kiri bergerak / mengesek perut atas pusar serta dengan menarik nafas sedikit demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.


JURUS DASAR 6 [ TANGKIS ]



Jurus ini merupakan jurus dasar keenam dengan gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kaki kanan maju dengan gesekan [ menekuk ]merapat dengankaki kiri , posisi tangan kanan diatas pusar bawah dada dengan posisi persiapan tangkisan sedangkan tangan kiri tetep dibawah pusar, kemudian pada saat kaki knan maju kedepan dengan kuda-kuda depan agak serong , posisi tangan kanan menangkis [ tangkisan ] dengan posisi telapak tangan menggenggam kearah depan sementara bersamaan tangan kiri tetep dibawah dada dan bergantian, menarik nafas sedikit demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.


JURUS DASAR 7 [TUGELAN / PATAHAN ]




Jurus ini merupakan jurus dasar ketujuh dengan
Gerakan mengembangkan tangan ke atas dengan
Posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat
Sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kaki
Kanan maju dengan digesekan [ menekuk ] merapat
Dengan kaki kiri, posisi persiapan tangkapan
Sedangkan tangan kiri tetap dibawah tangan kanan
Dalam posisi memegang, kemudian pada saat kaki
Kanan maju kedepan dengan kuda-kuda depan agak
Serong, posisi tangan kanan menagkap [tangkapan ]
Dengan posisi tangan telapak tangan memegang ke-
Arah depan sementara bersamaan tangan kiri tetap
Dibawah dada dan bergantian, menarik nafas sedikit
Demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.



JURUS DASAR 8 [PENETAN]




Jurus ini merupakan jurus dasar kedua dengan gera-
Kan mengembangkan tangan keatas dengan posisi
Kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kedua telapak tangan dihadapkan ke wajah dinaikan keatas hingga penuh [posisi tangan ibaratkan becermin ] sambil menarik nafas, setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan [dirapatkan] sisi lengan digesekan disisi badan dengan telapak tangan dihadapkan keatas lalu menggesekan kaki kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-kuda depan semi tengah [agakserong] kemudian tangan dibuang dengan posisi dihadapkan kebawah
Sejajar dengan kaki kanan [membuang sedikit nafas melalui hidung], dan seterusnya bergantian dengankaki kiri.
Terknik nafas ditahan dibawah pusar. Nafas buang / lontar

JURUS DASAR 9 [COLOKAN]





Jurus ini merupakan jurus dasar kesembilan dengan gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kedua telapak tangan diletakan bertepuk didepan wajah sejajar dengan posisi mata lalu saat kaki bergerak telapak sebelah atas didorong kedepan diatas telapak sebelah kiri. Posisi tersebut bergantian . gerakan kaki sama, yaitu menggesekan
Kaki kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-kuda depan semi tengah [agak serong] kemudian tangan dibuang denganposisi dihadapkan kebawah sejajar dengan kaki kanan [membuang sedikit nafas melalui hidung],dan seterusnya bergantian dengan kaki kiri.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas buang / lontar.


JURUS DASAR 10
[PENETAN UNJUNG-UNJUNG]



Jurus ini merupakan jurus dasar kesepuluh dengan gerakan mengembangkantangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk . kemudian nafas dilepas hingga habis , lalu kedua telapak tangan dihadapkan ke wajah dinaikan keatas hingga penuh [posisi tanganibaratkan bercermin ] sambil menarik nafas, setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan [dirapatkan] sisi lengan sisi lengan digesekan disisi badan dengan telapak tangan dihadapkan keatas lalu menggesek kaki kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-kuda depan semi tengah [agak serong]kemudian tangan dibuang dengan posisi dihadapkan kebawah. Sejajar dengan kaki kanan [membuangsedikit nafas melalui hidung ], dan seterusnya bergantian dengan kaki kiri . kedua tapak tangan tempelkan ditanah lalu putar tapak kanankekanan tapak kiri kekiri lalu raupdan lontarkan keatasseperti megangkat beban , posisi sampai atas kepala .
Teknik nafas ditahan dibawah pusar saat penekanan sampai permukaan tanah.
Nafas TARIK saat mengangkat.

twanti

TWANTI ADALAH BUKA KEMBANGAN



TWANTI 1





Keterangan : Twanti 1 merupakan persiapan untuk melakukan pukulan, ten-
Dangan, sapuan, kuncian atau bantingan.

Twanti :

Sikap twanti bersedia artinyasiap setiap saat untuk segala kemung –
Kinan .


Tangan : di depan dada


Tangan kiri ; di depan dada luardengan punggung tangan jika kaki
Kiri didepan dan sebaliknya


Tangan kanan : didepan dada lebih dalam jika kaki kanan belakang –
Dan sebaliknya


Kuda-kuda : kuda depan setengah


Pandangan : lurus depan


Posisi badan : miring













TWANTI ADALAH BUKA KEMBANGAN




TWANTI 2





Keterangan :

Twanti 2 merupakan gerakan mengantisipasi serangan lawan dengan –
Pertahanan poros belakang

Sikap twanti :


Tangan :berbentuk tapak depan dan kepala di depan


Tangan kiri : berbentuk tapak depan jika kaki kiri depan dan -
sebaliknya


Tangan kanan : mengenal didepan dada jika kaki kanan belakang dan
sebaliknya

Kuda-kuda : kuda belakang semi


Pandangan : lurus ke depan


Posisi badan : agak serong












TWANTI ADALAH BUKA KEMBANGAN



TWANTI 3





Keterangan :

Twanti 3 merupakangerakan menunggu dan merupakan awal gerakan sambung dalam bertahan dan menyerang

Sikap twanti :


Tangan : kuda kudanya mengepal


Tangan kiri : mengepal di depan dada dalam


Tangan kanan : mengepal didepan dada jauh luar


Kuda-kuda : kuda atas setengah


Pandangan : lurus ke depan


Posisi badan : agak serong













TWANTI ADALAH BUKA KEMBANGAN



TWANTI 4





Keterangan :

Twanti 4 merupakan mengantisipasi serangan lawan dan bersiap -
Dengan serangan balik.

Sikap twanti :


Tangan : kedua-duanya mengepal di depan dada


Tangan kiri : mengepal didepan dada dalam muka tapak ke bawah


Tangan kanan : mengepal di depan dada jauh luar


Kuda-kuda : kuda belakang penuh


Pandangan : lurus ke depan


Posisi badan : miring













TWANTI ADALAH BUKA KEMBANGAN



TWANTI 5





Keterangan :

Twanti 5 merupakan gerak menangkis serangan lawan dan persiapan –
Serangan balik

Sikap twanti :


Tangan : kedua-duanya berbentuk tapak depan


Tangan kiri : didepan dada dalam


Tangan kanan : didepan dada jauh luar


Kuda-kuda : kuda tengah setengah


Pandangan : lurus ke depan


Posisi badan : agak serong

Kwitang dan telikung

TELIKUNG


Telikung adalah gerakan pancingan agar dapat menyerang balik dengan
Tendangan belakang.

Telikung menggunakan kuda-kuda setengah tutupan dan dibuka dengan
Gerak menyilang.

Gerakan tangan mengepal dan punggung telapak dihadapkan ke depan
Jika tangan kanan di depan telapak tangan satunya terlentang di depan ulu hati.
Ujung kaki/ tumit yang didepan ditekuk.






KWITANG



Adalah gerakan yang dibentuk dengan menggunakan tapak depan dan
Tapak dalam membuat setengah [ ½ 0 ] lingkar dada. Tapak dalam berada di
Depan perut atas atau ulu hati.

Kuda-kuda yang digunakan adalah semi kuda belakang jadi kelihatan
Seperti kuda tengah setengah.

Kwitang juga dipakai sebagai pancingan sapuan lawan sebab kekuatan ada
Pada kaki belakang.

Jika kaki kanan di depan maka tangan kanan lebih dari bukaan kaki.

Kitab Pernafasan 1-10

PERNAPASAN DASAR

Pernapasan adalah salah satu unsure dalam mendalami pelajaran di padepokan
“ SITEKI TERATAI”, sebab pernapasan merupakan pokok tenaga dalam silat gabungan
menjadi para siswa latih siteki teratai harus dapat mempelajari dasar pernapasan dengan sunguh – sunguh.
Tingkat pernapasan di siteki teratai mempunyai banyak tingkatan dan didalam buku ini hanya menyebutkan jurus dasar 1 ----- 10 yang merupakan dasar dari seluruh tingkatan pernapasan menuju penyempurnaan materi pernapasan.
Didalam mempelajari ilmu pernapasan tenaga dalam rangka mendalami ilmu siteki teratai yang merupakan salah satu unsure penunjang dalam rangka mendalami ilmu bela diri pencak silat siteki teratai. Terlebih dahulu kita mempelajarigerak dasar pembentuk dan pemecah energi murni kita. Kita harus terlebih dahulu berupaya agar mengenal, mengerti , juga memahami terlebih dahulu sebelum kita melakukan gerak dasar pernapasan antara lain;
1. Kemauan kita atau motivasi
2. Konsetrasi fikiran kita
3. Tenaga kita yang tersedia
4. Kondisi kesehatan tubuh kita
5. Ketajaman fikiran kita atau factor pemahaman ilmu yang di pelajari [ Q ]

Kita bahas satu persatu sebelum kita melakukan atau melangkah lebih jauh antara lain ;

1. K EMAUAN KITA ATAU MOTIVASI
Kondisi secara psikhis bahwa keadaan kita menginginkan diri kita agar bisa melakukan dan berupaya bisa latihan secara rutin dan dinamis oleh kesadaran diri kita sendiri

2. KONSENTRASI FIKIRAN KITA
Pemuasan fikiran yang dapat menjadikan tenaga inti kita mengalir dalam tubuh dan siap untuk diolah dengan gerakan yang telah ditentukan .

3. TENAGA KITA YANG TERSEDIA
Energi tubuh dalam tubuh merupakan pembangkitan luapan energi murni tubuh yang mengalir lebih baik

4. KODISI KESEHATAN TUBUH KITA
Keadaan dimana tubuh yang akan dipakai sebagai ajang aliran tenaga murni kita harus dalam keadaan baik dan siap pakai sebab bila tubuh kita tidak siap , maka tubuh akan menjadi sakit dan kadang-kadang akan menderita kekurangan energi murni

5. PEMAHAMAN ILMU YANG DIPELAJARI;
Pemahaman dalam memahami tentang ilmu yang dipelajari merupakan faktor faktor penunjang yang diutamakan agar tidak salah dalam melangkah dan latihan pernapasan .


Jika kita sudah memahami syarat yang ada, maka kita mulai melatih gerak dasar,
1. Jika kita mulai dengan cara , berdiri dan berdoa terlebih dahulu
2. Kita berdiri dan kita atur sikap dengan baik
3. Lalu kita lakukan latihan hirup hembus nafas secara teratur
4. Kita latih gerakan olah tubuh sebagai pemanasan
5. Penenangan latihan gerakan olah tubuh sebagai awal dari penenangan pernapasan lalu hening sesaat
6. Pemanasan gerak langkah gesek
7. Siap dimulai jika keadan tubuh sudah siap dengan ciri ;
a. Keringat sudah keluar dengan baik dan sehat
b. Engsel - engsel tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki sudah terasa lemas [tidak kaku]
c. Nafas sudah lancar keluar masuknya
d. Telapak kaki serasa sudah menyatu dengan tanah
8. Kita berdoa lagi sebelum latihan . lalu gerakanlah dengan jurus dasar yang telah
Dipelajari dengan gerakan lembut lalu disusul dengan gerakan agak keras dengan
Gerakan lembut lalu disusul dengan gerakan agak keras dengan pelontaran nafas yang maksimal
JURUS DASAR PERNAPASAN 1 – 10 PPS “ SITEKI TERATAI “ 1990



JURUS DASAR 1 [ MEGENG ]







Jurus ini merupakan jurus dasar pertama dengan –
Gerakan mengembangkan tangan keatas dengan
Posisi kuda-kuda tengah dengan menarik napas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat
Sabuk.
Setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan
[ dirapatkan ] lalu menggesekan kaki kanan terlebih dahulu dengangerakan kaki kuda-kuda depan semi
tengah [agak serong ] dan posisi ini dilakukan
bergantian dengan kaki kiri.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar









JURUS DASAR 2 [PANTEK ]



Jurus ini merupakan jurus dasar kedua dengan
Gerqakan mengembangkan tangan ke atas dengan
Posisi Kuda-Kuda tengahdengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibaratmengikat sabuk .
Kemudian nafas dilspaskan hingga habis, lalu kedua
Telapak tangan dihadapkan ke wajah dinaikan
Keatas hingga penuh [posisi tangan ibaratkan
Bercermin ] sambil menarik nafas, setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan [dirapatkan] sisi
Lengan digesekan disisi badan dengan telapak
Tangan dihadapkan keatas lalu mengesekan kaki kuda kuda depan semi tengah [ agak serong ]
Kemudian tangan dibuang dengan posisi dihadap -
Kan kebawah sejajar dengan kaki kanan [mem –
Buang ] sedikit nafas melalui hidung ], dan
Seterusnya bergantian dengan kaki kiri .
Teknik nafas ditahan dibawah pusar,





JURUS DASAR 3 [ TOLAK ]




Jurus ini merupakan jurus dasar ketiga dengan posi-
Si kuda – kuda tengah dengan menarik nafas
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat –
Sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu -
Kedua telapak tangan dihadapkan kewajah dinaikan
Keatas hingga penuh [posisi] tangan ibaratkan ber-
Cermin ] sambil menarik nafas , setelah itu maju
Dengan menekuk kaki kanan [ dirapatkan ]sisi
Lengan digesekan disisi badan dengan telapak
Tangan dihadapkan keatas lalu mengesekan kaki
Kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-
Kuda depan semi tengah [agak serong ] kemudian
Tangan dibuang dengan posisi dihadapkan kedepan
[ menolak /mendorong ] sejajar dengan kaki kanan
[ membuang sedikit nafas melalui hidung ], dan seterusnya bergantian dengan kaki kiri.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas buang / lontar.


JURUS DASAR 4 [ SEDOTAN ]


Jurus ini merupakan jurus dasar keempat dengan
Gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu posisi tangan kanan kanan berada diatas pusar sedangkan tangan kiri dibawah pusar, lalu kaki kanan maju dengan gesekan [menekuk ] merapat dengan kaki kiri sambil kedua tangan digerakan dan digesekan
Bersama an kesamping kanan dan kiri hingga dibawah ketiak , dimana posisi tangan masih tetap tangan kanan diatas pusar, kemudian pada saat kaki kanan maju kedepan agak serong , posisi tangan membuka dengan menggesek pinggang serta dengan menarik nafas sedikit demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.


JURUS DASAR 5 [ GILAS ]




Jrus ini merupakan jurus dasar kelima dengan gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis lalu posisi tangan kanan berada diantara tengah dada dengan posisi menusuk kebawah sedangkan tangan kiri dibawah pusar, lalu kaki kanan maju dengan gesekan [ menekuk ]merapat dengan kakisambil tangan kanan diangkat ditengah-tengah dada tangankiri , kemudian pada saat kaki kanan maju kedepan dengan kuda-kuda depan agak serong, posisi tangan menusuk bawah dada [ melingkari dada ] sementara bersamaan tanggan kiri bergerak / mengesek perut atas pusar serta dengan menarik nafas sedikit demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.


JURUS DASAR 6 [ TANGKIS ]



Jurus ini merupakan jurus dasar keenam dengan gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kaki kanan maju dengan gesekan [ menekuk ]merapat dengankaki kiri , posisi tangan kanan diatas pusar bawah dada dengan posisi persiapan tangkisan sedangkan tangan kiri tetep dibawah pusar, kemudian pada saat kaki knan maju kedepan dengan kuda-kuda depan agak serong , posisi tangan kanan menangkis [ tangkisan ] dengan posisi telapak tangan menggenggam kearah depan sementara bersamaan tangan kiri tetep dibawah dada dan bergantian, menarik nafas sedikit demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.


JURUS DASAR 7 [TUGELAN / PATAHAN ]




Jurus ini merupakan jurus dasar ketujuh dengan
Gerakan mengembangkan tangan ke atas dengan
Posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat
Sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kaki
Kanan maju dengan digesekan [ menekuk ] merapat
Dengan kaki kiri, posisi persiapan tangkapan
Sedangkan tangan kiri tetap dibawah tangan kanan
Dalam posisi memegang, kemudian pada saat kaki
Kanan maju kedepan dengan kuda-kuda depan agak
Serong, posisi tangan kanan menagkap [tangkapan ]
Dengan posisi tangan telapak tangan memegang ke-
Arah depan sementara bersamaan tangan kiri tetap
Dibawah dada dan bergantian, menarik nafas sedikit
Demi sedikit pada setiap langkah.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas tarik / menyedot.



JURUS DASAR 8 [PENETAN]




Jurus ini merupakan jurus dasar kedua dengan gera-
Kan mengembangkan tangan keatas dengan posisi
Kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kedua telapak tangan dihadapkan ke wajah dinaikan keatas hingga penuh [posisi tangan ibaratkan becermin ] sambil menarik nafas, setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan [dirapatkan] sisi lengan digesekan disisi badan dengan telapak tangan dihadapkan keatas lalu menggesekan kaki kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-kuda depan semi tengah [agakserong] kemudian tangan dibuang dengan posisi dihadapkan kebawah
Sejajar dengan kaki kanan [membuang sedikit nafas melalui hidung], dan seterusnya bergantian dengankaki kiri.
Terknik nafas ditahan dibawah pusar. Nafas buang / lontar

JURUS DASAR 9 [COLOKAN]





Jurus ini merupakan jurus dasar kesembilan dengan gerakan mengembangkan tangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas .
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk.
Kemudian nafas dilepaskan hingga habis, lalu kedua telapak tangan diletakan bertepuk didepan wajah sejajar dengan posisi mata lalu saat kaki bergerak telapak sebelah atas didorong kedepan diatas telapak sebelah kiri. Posisi tersebut bergantian . gerakan kaki sama, yaitu menggesekan
Kaki kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-kuda depan semi tengah [agak serong] kemudian tangan dibuang denganposisi dihadapkan kebawah sejajar dengan kaki kanan [membuang sedikit nafas melalui hidung],dan seterusnya bergantian dengan kaki kiri.
Teknik nafas ditahan dibawah pusar.
Nafas buang / lontar.


JURUS DASAR 10
[PENETAN UNJUNG-UNJUNG]



Jurus ini merupakan jurus dasar kesepuluh dengan gerakan mengembangkantangan keatas dengan posisi kuda-kuda tengah dengan menarik nafas.
Lalu ditahan dengan posisi tangan ibarat mengikat sabuk . kemudian nafas dilepas hingga habis , lalu kedua telapak tangan dihadapkan ke wajah dinaikan keatas hingga penuh [posisi tanganibaratkan bercermin ] sambil menarik nafas, setelah itu maju dengan menekuk kaki kanan [dirapatkan] sisi lengan sisi lengan digesekan disisi badan dengan telapak tangan dihadapkan keatas lalu menggesek kaki kanan terlebih dahulu dengan gerakan kaki kuda-kuda depan semi tengah [agak serong]kemudian tangan dibuang dengan posisi dihadapkan kebawah. Sejajar dengan kaki kanan [membuangsedikit nafas melalui hidung ], dan seterusnya bergantian dengan kaki kiri . kedua tapak tangan tempelkan ditanah lalu putar tapak kanankekanan tapak kiri kekiri lalu raupdan lontarkan keatasseperti megangkat beban , posisi sampai atas kepala .
Teknik nafas ditahan dibawah pusar saat penekanan sampai permukaan tanah.
Nafas TARIK saat mengangkat.